ekosistem eSport

Ekosistem eSport Berkembang Pesat, Ini Program Ciamik Untuk Mendukungnya

Meskipun pandemi COVID-19 masih membayangi-bayangi masyarakat di seluruh dunia, kendati begitu, tidak melemahkan industri game, malah justru sebaliknya. Para developer berbondong-bondong, menyuguhkan beragam permainan baru untuk dinikmati para gamer.

Tidak hanya menawarkan sebuah mekanik ala kadarnya, tetapi juga mengusung sebuah konsep yang cukup membuat orang ketagihan. Menyisipkan online multiplayer, menambah daya tarik tersendiri untuk penikmatnya.

Bagi pendatang baru, ini menjadi sebuah kesempatan. Lalu untuk pengembang yang terlebih dahulu meluncurkannya, ini menjadi sebuah puncak kejayaan.

Terlebih lagi, jika melihat melonjaknya kepopuleran ekosistem eSport di Tanah Air. Meskipun seluruh tatanan telah berubah, mulai dari kegiatan offline bertransformasi menjadi online, komunitas ini tetap bertahan dengan kedigdayaannya.

Eskosistem eSport

Deretan judul kompetitif yang meluncur ke Indonesia, berlomba-lomba menyajikan kompetisi terbaiknya, dalam upaya mempertahankan komunitas yang luar biasa solid tersebut. Mulai dari skala lokal hingga nasional.

Sudah tak terhitung lagi, berapa jumlah turnamen yang dihelat oleh developer dan publisher. Sebut saja seperti PUBG Mobile Pro League Indonesia (PMPL ID), Free Fire Master League (FFML), Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID), Arena of Valor Star League, League of Legends: Wild Rift Southeast Asia Icon Series dan masih banyak lagi.

Bahkan pemerintah sudah mendukung mencuatnya ekosistem eSport ini. Terbukti dengan hadirnya beberapa lembaga, yang siap menaunginya agar olahraga elektronik ini semakin berkembang di Indonesia.

Sedikit bocoran informasi, bahwa pada ajang Sea Games Hanoi 2021 nanti, eSport sendiri sudah masuk sebagai cabang yang dipertandingakan. Rentetan game akan berkontribusi, mulai dari League of Legends: Wild Rift, League of Legends, Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang, Free Fire, PUBG Mobile, Crossfire dan FIFA Online.

Hal tersebut mungkin yang secara perlahan, mengubah sudut pandang orang tua, di mana awalnya menilai negatif bermain game, kini sedikit demi sedikit bergeser menuju hal lebih positif.

Hanya saja, memang tak sedikit dari pro player di Indonesia, memiliki usia jauh lebih muda dan bahkan ada yang masih duduk di bangku sekolah. Hal ini, kerap menjadi sebuah dilema bagi para orang tua, terkait bagaimana sikap yang seharusnya mereka ambil.

3 Tips Menyikapi Berkembangnya Ekosistem eSport

Ada beberapa saran yang mungkin bisa menjadi opsional atau alternatif bagi Sobat Gaming, yang juga merasakan hal tersebut. Mari simak uraian berikut.

Lihat Potensi Anak

Ketika anak mulai melirik kegiatan bermain game, mungkin para orang tua bisa melihat dulu proses yang dijalaninya. Sebisa mungkin jangan langsung memarahinya, karena lebih memilih bersenang-senang dengan game dibandingkan harus belajar.

Kendati begitu, para orang tua tetap harus mengawasi. Karena tidak semua permainan yang disuguhkan developer, memberikan mekanik sesuai dengan usia pemain. Dukungan orang tua sangat dibutuhkan di sini.

Ikut Memainkan Game Kategori eSport

Jika dari potensinya telah terlihat, bahwa dia memang ahli dan cepat memahami beragam permainan yang diluncurkan oleh developer dan publisher, mungkin ada baiknya mencoba mengarahkan kepada judul-judul kompetitif, yang mengikuti trend dari ekosistem eSport.

Memang diakui, bahwa banyak pilihan yang bisa dipilih. Hanya saja, pastikan game tersebut memiliki karir lebih panjang. Jadi tidak hanya sekedar masuk organisasi eSport saja. Tetapi dapat ikut andil membanggakan Indonesia.

Salah satu contohnya seperti game besutan Riot Games, yakni League of Legends: Wild Rift. Di mana tidak hanya populer di kalangan komunitas, tetapi juga ikut andil dalam kompetisi lebih besar seperti Sea Games.

Terbukti dari kehadirannya di Sea Games Hanoi 2021 nanti. League of Legends: Wild Rift siap dipertandingkan, untuk menjadi cabang olahraga yang dapat menyumbang mendali.

Ikut Suatu Program

Setelah mengetahuinya, mungkin para orang tua atau Sobat Gaming bisa lebih serius untuk mengikuti sebuah program. Sehingga memiliki tujuan yang jelas. Tidak hanya bermain game, tetapi juga bisa populer dan menghasilkan cuan.

Salah satu pelatihan yang terkenal, yaitu program besutan IndiHome. Diberi nama Limitless ESport Academy (LEAD) by IndiHome, menjadi sebuah kegiatan positif dan bentuk nyata mereka dalam mengubah hobi menjadi prestasi.

LEAD by IndiHome

LEAD by IndiHome sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak September 2021. Lalu kini telah memasuki fase puncak inagurasi. Setelah mereka melewati rangkaian kualifikasi dan pembinaan dari mentor profesional, secara resmi mengumumkan 14 akademia yang lulus sebagai atlet eSport Indonesia di Inagurasi LEAD by IndiHome.

Sebelumnya, para atlet telah dibina dari segi fisik maupun mental. Lalu juga diuji di berbagai turnamen eSport tingkat Asia Tenggara. Di mana salah satunya ialah Wild Rift Champion SEA (WCS). Mereka pun menjadi perwakilan LEAD by IndiHome yang berhasil masuk enam besar di Indonesia.

Adapun para akademia yang lolos, di antaranya ada Henry Nathaniel Reynard, Harry Nathanael Rainier, Muhammad Sholeh Salamudin Putra Pratama, Dewa Fabian, Michael Daniel Tabaraka, Tedy Prihanto, Steven Verdianta, Andrew Kusuma, Justin Welly Panvito, Farid Andika, M Bevi Arianda Anwar, Sultan Yudha Patra, Hizkia Noel Songgigilan dan Muhamad Tabina Widyatna.

IndiHome berharap, melalui inagurasi tersebut, menjadi langkah awal bagi para atlet LEAD by IndiHome, untuk membuktikan kontribusi terbaiknya hingga level dunia. Agar bekal ilmu yang didapat selama pembinaan, bisa bermanfaat dan memberikan dampak positif.

“Kami ucapkan selamat dan sukses atas kelulusan akademia LEAD by IndiHome. Kami optimis, peran dan dukungan Telkom bersama para akademia LEAD by IndiHome dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia melalui eSport,” ujar Andrew Tobias, Wakil Ketua Bidang Humas dan Komunikasi, sebagaimana dikutip Republika (07/02/2022).

Apa itu LEAD by IndiHome

Seikit informasi terkait LEAD by IndiHome, di mana merupakan progam akademi eSport dengan konsep athlete enablement, dalam upaya mendukung ekosistem eSport di Indonesia. Mereka memberdayakan gamer, yang semula main game hanya sebatas hobi, kemudian didukung menjadi pemain profesional bermental atlet.

Di sini tidak hanya memberikan pelatihan mengenai strategi atau mekanik permainan pada setiap atlet. Tetapi juga mengajari pola hidup sehat, tim management dan aspek-aspek mentalitas. Jadi melalui academy eSport ini, IndiHome membawa fasilitas seperti boarding school yang sebelumnya belum ada.

Internatnya Indonesia

Selain dukungannya terhadap ekosistem eSport di Tanah Air, untuk memberikan ruang berlatih tanpa batas melalui LEAD by Indihome. Telkom melalui jaringan internet cepat IndiHome, mendongkrak produktifitas masyarakat di Indonesia.

Ditambah, layanan mereka mengenai Paket Gamer, dalam upaya mendukung aktivitas bermain game bersama teman menjadi lebih seru. Di mana sesuai tagline yang diusungnya, yaitu Koneksi Anti Ambyar, Bikin Mabar Gak Buyar.

Sehingga main game atau berlatih tanpa batas, menjadi lebih lancar dan nyaman. Hal ini dikarenakan sokongan internet cepat dan internet andal dari IndiHome.

Jika ingin mengetahui informasi detail paket gamer dari IndiHome, bisa langsung mengunjungi tautan berikut: Paket Gamer dengan Internet Cepat dan Andal dari IndiHome.

7 Comments

  1. Purwanto Reply

    Saya nggak nyangka kalau perkembangan game sangat cepat, sekarang malah ada esport. Rasanya belum lama saya ngerental game watch di sekolah SD di abang-abang, yang kalau waktunya habis talinya ditarik.

  2. Texx Reply

    Perkembangan e-Sport kian hari kian mendapat perhatian dari banyak pihak, era teknologi memang harus dimanfaatkan dengan bijak dan produktif. Mantap nih. Semoga makin banyak atlet e-Sport Indonesia yang berprestasi di kancah global.

  3. Tomy Tegar Reply

    E-sport semakin berkembang luas saat ini di kalangan anak muda.. smoga nanti dibuatkan juga tips utk membatasi memainkan game online supaya tidak menjadi kecanduan bagi anak2.. trims ?

  4. Novarty Eka Putriana Reply

    Pernah baca nih tentang LEAD IndiHome. Kalau punya anak yang suka ngegame dan umurnya memenuhu syarat mah udah aku suruh gabung. Biar lebih terarah.
    Oiya, aku sebagai ibu, kadang tuh suka takut kalau anak kecanduan game. Gimana ya agar game yang dimainkan itu bisa membuka peluang untuk berkontribusi di eSport? Maklumlah, ibunya nggak ngerti yang beginian

  5. Alfia Masyitoh Reply

    Dunia makin ke sini memang makin menarik ya, olahraga sekarang gak cuma olah fisik. Game juga menjadi esport yang karirnya cukup prospektif. Semoga makin banyak game yang ramah anak dan semoga makin banyak orang tua yang sadar tentang potensi esport ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *