fitur gendong pubg mobile

Ini Sanksi Bila Fitur Gendong PUBG Mobile Disalahgunakan

Tencent, mengungkapkan akan memberi sanksi khusus, bagi pemain yang sering menyalahgunakan fitur gendong PUBG Mobile. Mereka akan memberikan pengurangan Merit.

“Kami menyesalkan hal ini terjadi. Kami telah menerapkan fitur pelaporan untuk jenis perilaku ini. Sekarang, pemain bisa melaporkan pemain lain yang melakukan perilaku ini dan Merit mereka akan dikurangi,” ujar PUBG Mobile, dalam keterangan yang diterima Bahas Game ID, Selasa (28/6/2022).

Jadi, di dalam permainan, Merit ialah sebuah sistem kredit yang menjadi standar baik buruknya perilaku setiap pemain. Bagi mereka pemilik Merit tinggi, biasa disebut sebagi pemain berperilaku baik dan sebaliknya.

Bila memiliki Merit sempurna di PUBG Mobile, yakni 100, pemain bisa memperoleh berbagai keuntungan, berupa peningkatan BP limit dan bonus Challenge Point. Sedangkan mereka dengan Merit buruk, yaitu di bawah 80, akan dikenakan sanksi, seperti pengurangan EXP dan BP.

fitur gendong pubg mobile

(Foto: PUBG Mobile Indonesia)

Bahkan, pada khasus terburuk, Sobat Gaming hanya diperbolehkan untuk memainkan mode VS AI. Sebenarnya, hukuman tidak hanya dilayangkan kepada mereka yang menyalahgunakan fitur gendong PUBG Mobile.

Akan tetapi, jika gamer dengan sengaja merugikan rekan tim, seperti meninggalkan permainan, berdiam diri (idling), dan melukai rekan tim sendiri, juga disanksi pengurangan Merit di luar kesalah dalam menggunakan fitur gendong PUBG Mobile.

“Ada kondisi yang jelas, untuk mendeteksi perilaku melanggar seperti membahayakan rekan tim, meninggalkan tim ketika berada di Spawn Island, keluar dari pertempuran, idling, dan kami pasti mengurangi Merit dari pemain yang menunjukkan perilaku ini,” tegas PUBG Mobile.

Kendati demikian, momen ketika tidak membantu rekan tim masih menjadi misteri di dalam game PUBG Mobile. Hal ini mengingat, penilaiannya sendiri cukup sulit ditetapkan, apakah itu disengaja atau tidak.

“Sayangnya, perilaku dengan sengaja tidak membantu rekan tim adalah sesuatu yang belum dapat didefinisikan dengan baik, dan kami khawatir hal ini akan menimbulkan terlalu banyak kasus positif palsu. Namun, hal ini akan menjadi sesuatu yang terus kami perhatikan,” tutup mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *